Laman

Saturday, March 23, 2013

Hujan

Tuhan yang mengutuk jiwa-jiwa dalam hujan
Sumpah serapah tak beraturan
Menggelegar tak berarah
Tak jelas pula penyebabnya

Ibu yang merintik sebab dosa manusia
Menimbun embun dan tetesan air
Sebagai persembahan untuk mahkota
Sang mentari mampir

Rentanya hari pun samar diantara tirai koyak
Kutukan dan tatapan sinis Tuhanmu
Memandangi abstraksi lara
Dari tempat ibu bersimpuh

No comments:

Post a Comment